Desa Wonorejo merupakan desa binaan dari tim pengabdian masyarakat dan Program Studi Fisika FMIPA UNS. Sejak tahun 2020, berbagai kegiatan telah dilaksanakan di desa ini yang turut mendorong kemajuan pembangunan desa. Beberapa program yang telah dilakukan antara lain pemasangan alat pendeteksi banjir, mengingat Desa Wonorejo termasuk wilayah rawan banjir. Pada tahun 2023, tim berhasil mengembangkan situs wisatakonveksi.id untuk mendukung pemasaran produk konveksi lokal. Kemudian pada tahun 2024, pembuatan Peta Digital Desa berhasil mengantarkan Desa Wonorejo meraih penghargaan sebagai Desa Cerdas Digital dari Kementerian Desa. Sementara itu, fokus kegiatan tahun 2025 adalah pada aspek Ketahanan Pangan.
Tahun 2025, tim pengabdian dari Program Studi Fisika yang terdiri dari Dr. Mohtar Yunianto, Dr. Fuad Anwar, dan Dr. Sorja Koesuma berhasil menerapkan teknologi alat pengusir hama pertanian yang tidak memerlukan listrik dari PLN. Alat ini bekerja dengan memancarkan gelombang suara ultrasonik yang dirancang dalam tiga jenis frekuensi, yakni: 3–6 kHz untuk mengusir burung seperti pipit dan emprit, 20–31 kHz untuk serangga, serta 31–50 kHz untuk tikus dan kelelawar. Alat ini menggunakan panel surya dan baterai internal serta memiliki dua pengaturan frekuensi otomatis: mode siang (S) dan mode malam (M). Ketika terkena cahaya matahari, alat secara otomatis menggunakan mode S, dan akan berpindah ke mode M saat malam atau ketika tidak mendapat sinar matahari.
Gambar. Sosialisasi Alat pengusir Hama
Sosialisasi dan uji coba alat telah dilakukan bersama perangkat desa, dan alat diserahkan secara simbolis kepada Kepala Desa Wonorejo, H. Yusuz Aziz Rahma, S.Pd., M.M., serta Sekretaris Desa, Susilo Handoko, S.Pd.I. Pemasangan alat dilakukan oleh tim pengabdian bersama mahasiswa KKN UNS 2025 pada periode Mei hingga Juli 2025, bertempat di area persawahan di sebelah utara lapangan Desa Wonorejo. Diharapkan alat ini dapat bekerja secara optimal dalam mengendalikan hama. Evaluasi keberhasilan alat akan dilakukan dalam kurun waktu 2–3 bulan, sesuai dengan siklus tanam dan panen yang akan dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).
Gambar. Alat Pengsuir hama yang telah terpasang
Endang Ekowati
15 Juli 2025 08:40:16
Alhamdulillah. Semoga alatnya bermanfaat dan awet. Sehingga banyak membantu para petani yg galau karena banyak hama yg menyerang tanaman nya. Kembangkan terus anak² muda ( maha siswa n dosen² pembimbing ), biar generasi penerus kami semakin *maju dan hebat*.